DISRUPTION ERA
“Tidak ada yang tidak bisa diubah sebelum dihadapi, motivasi
(harapan dan keinginan) saja tidak cukup”. “Setiap orang harus tahu posisi
dirinya dan tahu harus kemana ia melangkah (where we are, and where we are
going to).”- Rhenald Kasali (2017) dalam bukunya “Disruption”.
Perubahan demi perubahan terus terjadi setiap waktunya. Yang
dulu hanya orang-orang yang benar-benar memiliki banyak uang untuk memiliki
sebuah telepon genggam, dan sekarang semua kalangan bahkan mempunyainya.
Tentunya juga kita masih sangat ingat ketika gaya bertransportasi dan
berbelanja mengalami perubahan hebat dalam beberapa tahun belakangan ini, tak
lagi harus jauh-jauh mendatangi toko untuk sebuah barang, tak lagi berdiri
dipinggir jalan untuk menumpang taksi. Semuanya akan mendatangi kita hanya dengan
sentuhan jari pada sebuah gawai.
Perubahan itu ternyata membawa dampak sosial yang cukup
besar. Pergeseran itu memantik respons dari semua kalangan. Pro dan kontra
merebak dikarenakan perubahan ini seringkali tidak dapat diikuti oleh cara-cara
lama, sehingga seringkali inovasi ini justru menimbulkan masalah. Konflik
horizontalpun mudah sekali disulut.
Berbagai fenomena yang ada tersebut sudah jelas terjadi
bukan tanpa sebab. Pertama, perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang
sangat besar terhadap arah perubahan dan inovasi. Kedua, kebutuhan yang tinggi
akan efisiensi dan efektifitas menyebabkan produsen perlu melakukan inovasi
yang memadai.
Dunia hari ini sedang menghadapi fenomwna disruption
(disrupsi), situqsi dimana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja
tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak
pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Sebuah era dimana segala
sesuatu terjadi secara random, baik hal positif maupun hal negatif dapat mnjadi
viral hanga dalam hitungan detik. Era ini memberikan kemudahan bagi siapapun
untuk melakukan apa saja di dunia maya denvan begitu mudah, namun juga bisa
jadi berbahaya. Meskipun awalnya terdengar buruk, disruption era sebearya
merupakan sebuah inovasi.
Disruptif (disruption) sering kali dimaknai sesuatu yang
mengganggu, dan untuk tetap mampu bertahan hidup, gangguan tersebut harus
disikapi secara bijaksana sesuai zamannya, dimana motivasi dan menjaga kualitas
saja tidak cukup. Diskursus tentang “Era Disruptif” dibicarakan karena perannya
merubah paradigma bepikir dan bertindak masyarakan agar mereka mampu bertahan
hidup. Jika tidak, mereka akan punah atau mati.
Dalam era disruption, perubahan menjadi amat cair dan
bergerak mengikuti 3S, yaitu Speed, Surprises, dan Sudden Shift.
Speed → Perubahan pada era ini bergerak begitu cepat karena didukung oleh teknologi. Validitas suatu informasi juga dengan cepat diketahui kebenarannya. Semuanya serbacepat, tak lagi bergerak linear, melainkan eksponensial.
Surprises → "You have to take risks. We will only understand the miracle of life fully when we allow the unexpected to happen” -- Paulo Coelho. Perubahan abad ini juga menimbulkan banyak surprise atau kejutan karena banyak hal baru yang tak terduga dan menimbulkan dampak yang luar biasa.
Sudden Shift → Banyak hal mengalami pergeseran tiba-tiba, bukan menghilang. Pasar dan
pelanggannya tetap di sana, tetapi kini diam-diam berpindah. Banyak orang
merasa segala sesuatu mengalami kelesuan karena siklus ekonomi. Nyatanya,
rezeki dapat mengalami perpindahan secara tiba-tiba.
“Disruption menggantikan 'pasar lama', industri, dan
teknologi, dan menghasilkan suatu kebaruan yang lebih efisien dan menyeluruh.
la bersifat destruktif dan creative!"
- Clayton Christensen.
"Sukses tergantung pada kemampuan kita menyelaraskan
ketiganya: Iteration, Innovation, dan Disruption. "Jika Anda tidak
mendisrupsi diri sendiri, Anda akan mendapatkannya dalam bentuk 'hadiah' dari
orang lain" - Mark Zuckerberg.
Sumber:
Aswandi. 2017. Pendidikan di Era Disruptif.
https://www.pontianakpost.co.id/pendidikan-di-era-disruptif. Diakses pada 11
Juli 2018. Pukul 15:09 WIB.
Hamid, Edy Suandi. 2017. Disruptive Innovation: Manfaat Dan
Kekurangan Dalam Konteks Pembangunan Ekonomi. Yogyakarta. Universitas
Indonesia.
Husna, Nisrin. 2017.
PUBLIC RELATIONS DI DISRUPTIONS ERA.
https://binus.ac.id/malang/2017/10/public-relations-di-disruptions-era/.
Diakses pada 11 Juli 2018. Pukul 15:14 WIB
Iskandar, Mustoha. 2017. Disruption Era : Opportunity or
Threat bagi Institusi Universitas?. Banjarmasin. Universitas Lambung Mangkurat.
Marzuqi, Abdillah M. 2017. Era Baru Disruption.
http://mediaindonesia.com/read/detail/93893-era-baru-disruption. Diakses pada
11 Juli 2018. Pukul 15:16 WIB
Sutiyanto, Eko. 2018. Perkembangan Teknologi Ubah Cara
Pandang dan Berpikir.
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/04/09/perkembangan-teknologi-ubah-cara-pandang-dan-berpikir.
Diakses pada 11 Juli 018. Pukul 15:12 WIB

Komentar
Posting Komentar